Skip to content

Pengecoran beton | air perlu diperhitungkan

1 April 2011

images_29792_image013.gif

Hari ini benar benar terasa melelahkan bagi saya. Jam 6 pagi sudah bangun, mandi dan sarapan satu bungkus mie instan. Sayapun siap berangkat kegudang karena ditugaskan mengawasi proyek pengecoran lantai di daerah denpasar yang jauh nya 30 km an dari rumah saya, ditempuh 1 jam an.

Sebelum berangkat saya mempersiapkan generator dan pompa air untuk keperluan pengecoran. Alangkah malangnya, generator yang dipersiapkan mesinnya tidak normal. Kemudian mencari penggantinya lagi, untunglah generator ini masih dapat berfungsi, cukup saya isi 8 liter bensin saja.

Maka langsunglah saya berangkat dengan 2 karyawan saya. Sampai diproyek pukul 9 an, disana sudah disambut oleh tukang cor. Pengecoran ini dikerjakan dengan sistem borongan. Saya cuman menghendel 2 karyawan saja.

Lift/katrol untuk cor sudah siap, semen, pasir dan krikil sudah dipersiapkan sebelumnya. Hanya satu yang kurang yaitu air.

Situasi proyek disana sangat tidak nyaman, dikarenakan pembangunan rumah tersebut adalah yang terakhir, maka untuk menaruh material sangat susah. Jalan disana adalah jalan buntu, diujung jalan adalah perusahaan garmen, sedangkan proyek ini berada ditengahnya. Penduduk disanapun sangat banyak. Dominan adalah tempat kos kos an. Orang lalu lalang sangat banyak jadinya.

Pertama yang saya lakukan untuk mempersiapkan air adalah:

1. Menggunakan pompa air dan generator untuk menyedot air di lobang septictank, lobang rencana septicktank dengan dimensi 1,5m x 2m dengan kedalaman 2 meter. Air tersebut saya tampung di drum. Sebelumnya saya kira itu cukup untuk ngecor dengan semen 130 sak. Ternyata dugaan saya salah, total air yang didapat cuman 6 drum. Saya kira rembesan air tanahnya besar.

2. Menyedot sumur bor. Karena kekurangan air, akhirnya buruh cor berhenti kerja. Saya coba untuk mengecek sumur bor. Ternyata pompa air yang saya gunakan tidak mampu menyedot airnya. Karena muka air jauh, saya ukur dengan benang, berada dikedalaman 10 meteran.
Saya menjadi pusing, karena buruh tidak bisa kerja.

3. Minjam air PDAM sama tetangga. Untunglah saya dikasi minjam air sama tetangga, dengan selang saya alirkan air ke drum, namun masalah belum teratasi, karena untuk memenuhi drum tersebut sampai makan waktu 1 jam, kecepatan molen/pengaduk lebih cepat dari aliran air. Buruh cor pun tidak bisa bekerja normal. Bila air habis, pekerjaan cor dihentikan. Saya pikir lagi yaitu membeli air pada truk tangki. Namun katanya 2 jam an baru bisa tiba dilokasi proyek. Saya menjadi tambah pusing.

4. Akhirnya dapat ide untuk menggunakan mobil pick up dikasi terpal terus mencari sumber air. Lumayan jauh jaraknya dari proyek, namun saya tetap usahakan. Setelah mendapatkan air, dan ketika saya masuk ke jalan menuju proyek, ternyata truk yang bawa pasirnya nyemplung ke got, badan jalan ambles karena tidak kuat menahan beban truk. Sangat sial sekali, air di pick up saya tidak bisa masuk sampai kelokasi karena terhalang truk.

5. Saya sempat membendung selokan. Menutup aliran sawah, dan mengalirkannya ke selokan depan proyek. Tetapi rencana itu gagal. Airnya terlalu kecil. Tidak sampai didepan proyek.

6. Saya telpon bos saya. Akhirnya masalah dapat diatasi. Bos datang membawa pompa air besar. Air sumur borpun bisa menyembur. Walau membutuhkan 2 jam an bos baru datang.
Jam 3 an akhirnya pekerjaan pengecoran bisa berjalan dengan normal. Saya disuruh pulang sama bos, untuk mempersiapkan semen bila mana nanti ada kekurangan. Sebelum saya mengetik postingan ini saya barusan ditelpon ama bos. Semennya cukup, dan pengecoran hampir selesai.
Haaaahhh…lega rasanya…
Saya mau mandi dulu, biar seger…
Maaf tidak ada fotonya, karena waktu disana saya panik mempersiapkan air. Makan siang pun tidak….

Posted by Wordmobi

28 Komentar leave one →
  1. Agung Rangga permalink
    1 April 2011 8:25 PM

    Wow…
    Kakak tinggal di Denpasar ya?😀
    Semoga pekerjaannya lancar…😮

    • 1 April 2011 8:42 PM

      nggk koq, tinggal ditabanan, tapi kerjanya di denpasar..
      Pengecorannya uda selesai…untunglah bisa berjalan lancar dengan adanya pompa air yang besar…

  2. 2 April 2011 12:11 AM

    Pasti capek ya?

    • 2 April 2011 4:54 PM

      iyalah…paling capek otaknya mikir cari solusi bro…

  3. 2 April 2011 3:05 PM

    wuah, gud job bro..

  4. 2 April 2011 4:55 PM

    thanks bro…tema nya mantep

  5. 3 April 2011 10:57 AM

    Semoga lancar-lancar aja deh. SUKSES!

  6. ⠖Cspaxer⠖ permalink
    6 April 2011 7:12 AM

    Nitip yaa ..

    Click Here

  7. 8 April 2011 10:01 AM

    absen akh

  8. cindirilli permalink
    25 April 2011 9:07 PM

    semangat say…………..^!^

    • 26 April 2011 6:43 AM

      oke semangat terus…
      Tumben kesini…biasanya kemana aja?

  9. cindirilli permalink
    27 April 2011 7:23 AM

    eheheheheee……aku ndak kmana2 kok…kan aku sm syg….qiqiqiqiii

  10. Aye permalink
    9 Mei 2011 9:17 AM

    Halo Bli Guvi . . .
    Tiang mau tanya, dimana bisa sewa molen kecil seperti gambar diatas untuk wilayah Denpasar ? Boleh minta contactnya kalau ada . . .THX

    • 9 Mei 2011 1:05 PM

      kalau di wilayah denpasar saya kurang tau…
      Maaf ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: