Skip to content

Empat Kesalahan Dalam Membeli Mobil Bekas

23 Januari 2011
  • Membeli mobil bekas sangat mudah, ada uang, ada mobil incaran, mobilpun berpindah tangan
  • Merasa tekor setiap bulannya karena biaya perawatan, apalagi membeli secara kredit, padahal sudah dilakukan cek fisik kendaraan sebelum jual beli dan berharap mendapat mobil yang bagus dengan harga yang terbaik, berdasar survey dari beberapa tempat.
  • Cek kinerja mesin, cek cat yang mulus, dan pernak pernik panel sudah dilakukan.

Lantas apa yang salah?

1. Tidak mempelajari riwayat mobil
Acap kali orang hanya melihat ciri-ciri fisik yang ada dan kerap menjadi bualan para pedagang. Umumnya mereka terbuai dengan promosi yang bombastis dari pedagang mobil bekas yang selalu menyebut bodi tanpa cacat, cat masih mulus, dan perangkat pendukung masih orisinal.

Memang, tampilan fisik mulai dari cat hingga keaslian bodi penting diperhatikan. Namun, hal yang jauh lebih penting untuk dicermati adalah riwayat mesin. Pastikan bahwa pemilik lama mobil itu rajin merawat mulai dari ganti oli, filter, hingga mengganti komponen yang rusak.

“Untuk mengetahui hal ini, mintalah buku pegangan pemilik saat mobil masih dalam masa garansi dan setelahnya. Di buku tersebut minimal Anda tahu seperti apa perlakuan pemilik terhadap mobilnya,” kata Toni.

Begitu pula, pastikan mobil yang akan Anda beli itu tidak pernah mengalami tabrakan hebat atau terendam banjir. Setelah itu baru telitilah komponen-komponennya, apakah masih menggunakan komponen asli dari pabrik. Bila telah ganti, pastikan komponen tersebut bukan komponen imitasi atau kualitas dua atau tiga.

Memang, untuk mengetahui apakah mobil tersebut bekas tabrakan dan terendam banjir lumayan sulit. Oleh karena itu, ajaklah teman yang paham kondisi fisik dan mesin mobil. Bila tidak ada teman atau saudara, mintalah mekanik tepercaya untuk melakukan tugas itu.
2. Melakukan test drive sekadarnya
Kesalahan yang juga sering dilakukan calon pembeli adalah hanya melakukan tes terhadap mobil yang akan dibeli sekadarnya saja. Entah karena enggan dengan penjual atau karena memang sudah kesengsem dengan mobil yang akan dibeli, umumnya calon pembeli merasa sreg meski hanya baru beberapa ratus meter mencoba mobil.

Padahal, kerusakan atau ketidakberesan mesin mobil belum akan terasa saat mobil dijalankan dalam beberapa ratus meter. Permasalahan di mesin atau komponen lain, baru akan terlihat saat mobil menempuh beberapa puluh kilometer.

Terlebih, tak jarang oknum pedagang nakal juga menyiasati kekurangan yang ada di mobil yang dijajakannya dengan servis ala kadarnya. Mereka, umumnya berprinsip, yang penting saat dicoba atau dalam beberapa bulan masalah di mobil itu tidak terlihat.

“Karena itu lakukan tes dengan mengendarai mobil sejauh mungkin. Lebih baik Anda berkorban mengganti bahan bakar mobil tersebut ketimbang menyesal kemudian. Lakukan di berbagai lintasan,” kata Toni.
3. Menuruti emosi sesaat
Disadari atau tidak, pembeli sering kali hanya menuruti emosi sesaat. Mereka umumnya langsung menjatuhkan pilihan dan menyatakan oke saat tampilan mobil yang diincarnya bagus, dan sekilas kondisi mesinnya tidak bermasalah.

Tahanlah emosi dan berpikirlah dengan kepala dingin. Renungkan kembali, beberapa hal yang menjadi pertimbangan termasuk kondisi fisik dan mesin mobil meski telah mencobanya. “Ingat-ingat kembali apakah kondisi yang ada sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Bila perlu diskusikan dengan teman, saudara, atau mekanik terpercaya yang Anda ajak,” saran Toni.

Namun, Anda juga harus memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk mobil. Meski pengetahuan itu minim, paling tidak akan membantu Anda, terutama di saat Anda mendiskusikannya dengan teman atau mekanik tersebut. Bacalah tabloid, majalah, atau situs yang memuat artikel otomotif.
4. Tidak memikirkan biaya perawatan
Kesalahan keempat berkaitan dengan ongkos perawatan dan besaran cicilan yang harus Anda bayar saban bulan (bagi yang membeli secara kredit). Hal itu sangat penting diingat. Pasalnya, membeli mobil bekas terkadang tak ubahnya membeli persoalan orang lain.

Terlebih bila mobil yang Anda beli juga mengalami masalah seperti yang disebut di nomor satu dan dua. Kerusakan seperti itu bisa terjadi di mobil bekas yang masih tergolong berusia muda sekali pun. “Apalagi bila mobil itu telah melebihi usia pakai standar, lima atau tujuh tahun. Saat itulah, merupakan waktu pengeluaran biaya bagi mobil karena kerusakan atau masalah mulai muncul di mobil,” ujar Toni.

Bila Anda membelinya secara kredit, upayakan mengangsurnya dalam waktu yang lebih cepat atau tenor sependek mungkin. Pasalnya, dengan cara itu beban yang Anda tanggung saban bulan tidak akan berat jika terjadi kerusakan di mobil. Sehingga Anda pun terhindar dari kondisi yang serasa mengimpit.

 

sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/modifikasi/2011/01/22/brk,20110122-308180,id.html

2 Komentar leave one →
  1. 23 Januari 2011 12:12 PM

    Copas dari Tempointeraktif.com, cuman mo nambah info, sapa tau nanti mo beli mobil bekas…hehe…
    Tempo…thanks ya🙂

  2. Suriyadi permalink
    3 Agustus 2012 9:40 AM

    Alhamdulillah artikel ini menambah pengetahuan saya mengenai bagaimana kiat membeli mobil bekas. Terima kasih kepada penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: