Skip to content

Aku dikalahkan Ibu Beranak 2

7 Januari 2011

Nasib-nasib, padahal baru sampai dirumah, dikamar buka laptop mau ngerjain tugas yang besoknya mau asistensi sama dosen. Tiba-tiba telpon berdering, ternyata bapakku nyuruh bawa mobil pick up ke proyek ambil krikil, dengan berat hati laptop aku tutup kembali, bermaksud menuruti perintah dari ortu.

Mobilku strat langsung menuju lokasi, 15 menit udah sampai. Sebelumnya bapakku bilang disana bakal ada banyak buruh yang santai, karena proyek disana uda hampir selesai tinggal bersih-bersih saja, namun kenyataannya sampai sana buruh semua pada sibuk. Mau tak mau aku ambil skrop, berdua sama seorang ibu naikin kerikil. Maksud biar cepet-cepet bisa selesai aku ngebut deh naikin krikilnya. 10 menit pertama aku emang dipuji sama itu ibu, ” wah…bersemangat sekali, tenaganya besar” kata ibuknya. Mendengar kata ibu tersebut aku jadi tambah semangat kan malu kalau loyo lagi.

Si ibu dengan konsistennya mengayunkan skropnya, sedangkan aku mulai melemah. Sedangkan isi bak mobil baru setengahnya. Pikirku “ternyata capek juga ya” tapi aku tetap mesti bersemangat padahal mata mulai berkunang-kunang.

Beberapa saat kemudian aku merasa diriku tidak enak badan, mata berkunang-kunang, mau jatuh rasanya. Padaha isi bak mobil belum penuh benar. Aku buat aja alasannya begini sama ibuknya sambil iseng aku liat ban mobilnya.

“Bu cukup segini aja kayaknya, besok dilanjutin lagi. Lagian ban mobilnya udah kempes sebelah, kayaknya mobil gak kuat kalau isinya full, kan kasian juga mobilnya”…hehehe padahal akunya sendiri yang nggk tahan. kwkwkwkw

Yah..selanjutnya aku isenk lagi cek kebangunannya biar nggk dikira cuek begitu saja sama buruh-buruh disana. Sambil pamit aku nggk berani menatap matanya si ibuk, karena aku yakin dengan mataku yang berkunang-kunang dan warna mukaku yang pucat pasi pasti dia bakal tertawa. hahahaha

Okelah kalau begitu aku tinggal berangkat bawa krikilnya, diperjalanan pulang aku sempat mikir “si ibu tau nggak ya kalau aku itu kelelahan” hahaha..kalau tau aku bisa malu nie, awal-awalnya aja bersemangat, sampat perdetiknya berapa kali aku ayunkan sekropnya” hihihi…

Untuk memulihkan kondisiku aku singgah sebentar beli minuman dingin, soalnya aku tau nanti nuruninnya pasti aku juga entar. Ya…sampai dilokasi proyek yang lagi satu emang bener aku sendiri yang nurunin, capek deh..untung nggk sampai pingsan…”Apa kata dunia nanti”

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: