Skip to content

Sopir Truk Angkut Semen dan Pasir

4 Januari 2011

Wah…sore ini tumben saya jalan-jalan keproyek, sekalian disuruh bawain beberapa rol kabel untuk instalasi di proyek pembangunan rumah sakit. Padahal maunya sebentar saja disana, tetapi tidak enak rasanya, karena kebetulan ada seseorang yang paling dihormati disana serta kebetulan ada sopir lagi nungguin semennya diturunin sama karyawan angkut.

Isenk deh duduk-duduk bareng disana sambil menyapa orang-orang disana yang lagi duduk dipojokan beralaskan dipan bambu dan beratapkan pohon akasia (klu nggk salah ya nama pohonnya seperti itu)

Pembicaraan mengenai seluk-beluk menjadi sopir truk, masalah-masalah yang ditemui, dll. Ternyata menjadi sopir truk itu tidaklah gampang, tinggal duduk dan mengantar barang. Masalah yang terjadi sangatlah banyak, misalkan sang sopir disuruh mengangkut semen, si sopir akan dikasi bekal yang pas untuk semen yang akan dibeli, atau hanya dikasi uang buat beli bahan bakar dan uang makan, sedangkan untuk beli semennya tinggal dikasi surat jalan. Belum lagi dipelabuhan ada preman, pungutan liar dll. Terus kecelakaan dijalan, bisa saja kan terjadi? Kalau tidak menabrak, kita mungkin ditabrak, sungguh beresiko bukan? Ya..mudah-mudahan saja semua sopir selamat ya sampai tujuan.

Sopir tersebut akan mendapatkan persenan dari berapa kalinya dia mengantar barang. Namun saya lupa berapa persentasenya. Pastinya untuk perhitungannya tiap-tiap sopir yang bekerja berbeda (yang saya ceritakan hanya yang saya tau ya, klu nggk tau saya nggk dapat bercerita)

Jadi sopir truk ataupun mobil untuk yang memuat beban berat menurut saya berbeda dengan sopir kendaraan biasa, karena mereka pastinya harus mengetahui rambu-rambu larangan dijalan (karena banyak larangan yang memuat beban berat), keadaan mobil mereka, misalkan mereka angkut pasir dari jarak yang lumayan jauh, mereka perlu mendinginkan ban mereka, beda dengan kendaraan biasa, yang bisa langsung sekali perjalanan tanpa henti, kalau mereka langsung jalan tanpa henti bisa saja ban mobil mereka meletus, betapa banyaknya mereka rugi, bos dirumah juga rugi tentunya, karena yang saya denger harga bannya saja 1,5 juta untuk ban mobil beroda 6. Sedangkan untuk sekali jalan paling banter dapat 200an ribu untuk angkut pasir didaerah saya, itu pun belum sama penyusutan kendaraan. Nah..lho rugi besarkan jadinya..ckckck..

Oya..Selain truk tersebut dikenakan pajak tahunan, truk tersebut ada kiur nya yaitu tiap 6 bulan sekali dicek phisik kendaraan tersebut apakah layak digunakan demi keamanan, terus ada surat ijin usaha lagi dari dinas perhubungan. Apa lagi ya? Kayaknya repot klu punya truk..hahaha..

Sementara itu saja ya tentang bapak sopirnya, kalau ada yang lebih tau tentang seluk beluk sopir tolong ditambahin.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: